Latest News

Kamis, 17 September 2015

GAWAT! Jepang Siaga 1 Akibat Kelompok Yakuza Terbesar Pecah Kongsi


Poker 99 - Akhir Agustus 2015, muncul kabar mengejutkan dari kelompok Yakuza Yamaguchi-gumi. Sindikat kriminal terbesar di Jepang itu disebut-sebut pecah setelah 13 dari 72 pemimpin divisi kecil dikeluarkan.

Kepolisian Jepang segera meningkatkan kewaspadaan atas informasi itu. Anggota organisasi kriminal ini sangat rentan terlibat perang antar geng skala besar ketika tak lagi bersatu. Laporan lengkap mengenai perpecahan Yamaguchi-gumi dilansir oleh Financial Times, Selasa (15/9).

Salah satu tokoh kunci perpecahan ini adalah Kenichi Shinoda (73), tokoh Yakuza berbasis di Kota Nagoya. Dialah sosok senior yang pertama dikeluarkan setelah nekat mendirikan jaringannya sendiri, terpisah dari klan Yamaguchi.

Bekas detektif kepolisian Jepang sekaligus pengamat Yakuza, Hiroyoki Uematsu, mengatakan perpecahan ini dipicu oleh penurunan pendapatan. Bisnis Yakuza selama dua dekade terakhir terus melemah. Semakin jarang perusahaan mau memberi uang keamanan pada Yakuza. Pemerintah jepang pun menggelar perang besar menghabisi sumber keuangan para kriminal, dengan membekukan aset mereka di luar negeri berbekal UU 1992.


Poker 99 Domino - Uematsu khawatir, tindakan nekat kelompok kecil melepaskan diri dari induk klan bisa berujung pada bentrok antar Yakuza. "Ketika organisasi pecah, artinya pendapatan Yamaguchi-gumi makin anjlok. Yakuza garis keras tidak bisa menerima perpecahan merugikan seperti ini," ungkapnya.

Pada 1984, Yamaguchi-gumi pernah mengalami perpecahan. Salah satu pimpinan bernama Hiroshi Yamamoto tidak terima jabatan Kumicho (pemimpin tertinggi) diberikan pada Masahisa Takenaka. Hiroshi, membentuk geng baru bernama Ichiwa-kai, mengirim pembunuh bayaran menghabisi Takenaka pada 26 Januari 1985.

Hanya sebulan setelah insiden itu, perang besar terjadi diberbagai kota berlangsung selama lima tahun tanpa henti. Selama itu 36 anggota Yakuza tewas ditembak, sedangkan 220 lainnya cedera parah.

Kali ini perpecahan murni masalah perut. Budaya Jepang sekarang tidak lagi toleran pada Yakuza. Pada 1950-1970-an, para kriminal itu justru dipuja-puja. Hanya Yakuza bersedia menampung orang keturunan Korea dan dari kasta burakumin yang sulit memperoleh pekerjaan.


Domino 99 Poker - Seseorang ketahuan berlatar Yakuza berisiko tak bisa mengakses kredit bank. Penghasilan operasional Yamaguchi-gumi tinggal USD 1 juta per bulan dari lapak judi, pemerasan, maupun bisnis jasa keamanan. Itu jauh dibanding masa kejayaan mereka pada era 80-an. Faktor ini membuat jumlah personil Yakuza anjlok tinggal 53 ribu orang dari nyaris 100 ribu orang enam tahun lalu.

Kebiasaan Yakuza memasang tato di sekujur badan yang dulu dianggap keren sudah ditinggalkan, soalnya mereka jadi mudah diintai polisi. Demikian pula tradisi memotong jari musuh yang sudah jarang terjadi.

Rapat maraton sejak pekan lalu digelar Markas Besar Kepolisian Jepang. Pecahnya Yamaguchi-gumi artinya akan ada perubahan aliansi. Kelompok Sumiyoshi-kai, terbesar setelah Klan Yamaguchi, diperkirakan bakal bermain dua kaki. Geng yang lebih kecil juga kini saling berhadapan karena harus berpihak ke salah satu kubu.

Belum diketahui adakah pergerakan riil dari klan Yamaguchi untuk menghabisi rival baru mereka di Nagoya. Organisasi kriminal berpusat di Kota Kobe ini berdiri 100 tahun lalu, awalnya sebagai perkumpulan para pekerja pelabuhan.


Poker 99 - Seandainya tidak pecah, Yamaguchi-gumi memiliki 23 ribu anggota, alias sepertiga total jumlah anggota sindikat kriminal Negeri Matahari Terbit. Tidak cuma mengelola bisnis ilegal, kelompok Yakuza paling berbahaya ini turut mencetak majalah, memiliki hotel, saham di perusahaan IT, perusahaan konstruksi, serta jual beli valuta asing.

Dengan sekian banyak tekanan, Pengamat Kriminalitas Jepang Tsunehito Haga meyakini Yakuza akan bertahan. Kuncinya selama pemerintah negeri matahari terbit tidak mengkriminalisasi organisasi Yakuza. Polisi Jepang tidak pernah menangkap anggota Yakuza selama tidak melakukan tindak pidana nyata.

"Yakuza masih punya penggemar di Jepang, mereka tetap akan populer," kata Haga.
« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar

Posting Komentar