Writen by
Mama Anime
00.14.00
-
0
Comments
POKER 99 - Aparat kepolisian dari Direktorat Narkoba Polda Nusa Tenggara Barat menangkap seorang residivis narkoba berinisial HJ (49) yang tengah pesta sabu di dalam rumahnya.
"Penggerebekan berhasil terlaksana setelah anggota mendapat laporan dari masyarakat bahwa HJ diduga sedang pesta narkoba di dalam rumah bersama beberapa rekannya," kata Kasubdit I Polda NTB AKBP Cheppy Ahmad Hidayat dalam jumpa pers, dilansir Antara, Senin (21/9).
Saat penggerebekan yang berlangsung pada Rabu (16/9), sekitar pukul 15.30 WITA, itu anggota mendapati HJ sedang bersama tiga rekannya, salah satu di antaranya mengaku sebagai keponakan. Namun, ketiga rekannya yang tertangkap basah tengah berpesta narkoba di dalam rumah HJ, tidak ditahan. Ketiganya kini masih sebagai saksi dalam kasus itu.
"Dari tangan tiga rekannya tidak ditemukan barang yang diduga narkoba, jadi sampai saat ini, mereka masih kami mintai keterangan sebagai saksi," ucapnya.
Diketahui, HJ, laki-laki paruh baya itu tinggal di Lingkungan Seganteng Subagan, Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Dari hasil penggerebekan, anggota berhasil mengamankan barang bukti sabu dengan jumlah 6,18 gram lengkap dengan peralatan isapnya.
"Jadi dari total yang kami amankan, anggota menemukan empat paket sabu seberat 5,78 gram dari dalam saku celananya, dan satu paket 0,4 gram ditemukan dalam sebuah obeng. Seluruh barang terbungkus dalam klip bening," ujarnya.
Selain HJ, lanjut Cheppy, anggotanya juga berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial GAP (19), asal Abian Tubuh Selatan, Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, di hari yang sama.
"GAP kami tangkap sekitar pukul 19.30 WITA, setelah mendengar langsung pengakuan HJ yang mendapat pasokan barang dari salah seorang bandar yang berinisial GAP, barang bukti yang kami amankan dari HJ dibelinya dengan harga Rp6 juta," ucapnya.
Berangkat dari informasi tersebut, anggota kemudian melakukan pengembangan di lapangan, dan berhasil menangkap GAP setelah pihaknya mengatur strategi penjebakan di lapangan.
"Kami sengaja menyuruh HJ untuk memesan kembali barangnya dengan cara menghubungi melalui telepon genggam," kata Cheppy.
Tidak lama kemudian setelah barang haram itu kembali dipesan HJ, GAP datang sendiri dan anggota langsung melakukan penggeledahan di tempat. Anggota menemukan barang bukti berupa kristal putih yang masih dalam bentuk bongkahan, terbungkus dalam plastik bening.
"Beratnya mencapai 5 gram lebih, selain barang haram itu, kami juga menemukan uang tunai Rp 16.350.000 yang disimpan di dalam jok kendaraan roda dua milik GAP. Diduga, uang tersebut, merupakan hasil transaksi sebelumnya.
Namun dari pengakuannya, GAP hanya bertugas sebagai kurir KD, yang ditugaskan untuk mengantarkan barang pesanan para pelanggannya. KD sendiri kini tengah diselidiki keberadaannya oleh anggota di lapangan.
"Dia mengaku hanya sebagai kurir, dari setiap barang yang diantarkan ke pelanggan, GAP mendapat upah Rp 100 ribu per hari," ujarnya.
Penyidik masih mendalami keterangan para pelaku maupun para saksi. "Semuanya masih kita amankan dan mintai keterangannya, keberadaan KD juga masih kita selidiki di lapangan," kata Cheppy.




Tidak ada komentar
Posting Komentar