Latest News

Selasa, 08 September 2015

Lumpuh Separuh karena Stroke Bukan Berarti Tak Bisa Apa-apa


poker online indonesia

POKER ONLINE INDONESIA - Lumpuh separuh akibat stroke tidak membuat kakek 72 tahun ini patah semangat. Wajah kakek bernama Tommy Hendra W ini masih terlihat segar. Sehari-hari dia rajin senam serta berlatih musik bersama-sama insan pasca stroke lainnya.

"Saya terkena serangan pertama pada 18 April 1999," ujar Tommy usai seminar bertajuk 'Solusi Tepat Atasi 2 Penyakit Paling Mematikan se-Indonesia,' yang digelar Multicare di Putri Duyung Convention Hall, Jl Lodan Timur No 7, Ancol, Jakarta, dan ditulis pada Senin (7/9/2015).

Pada saat stroke menyerang pertama kali, Tommy sedang menghadiri rapat pleno. Selama bekerja Tommy tidak pernah mengalami sakit yang berat, karena itu dia tidak menyangka dirinya terkena serangan stroke.

Baca juga:  Sering Sakit Kepala, Apakah Pertanda Stroke?

Saat itu, Tommy tidak bisa mengangkat tangan dan kaki kanannya. Mulutnya mulai mencong, dan bajunya basah kuyup oleh keringat. Tommy juga merasa di dalam kepalanya seperti ada cairan yang mengalir. Dua jam setelah serangan, tekanan darah Tommy mencapai 170/110.

Dari CT scan diketahui Tommy mengalami stroke perdarahan. Setelah ditangani, Tommy menjalani upaya pemulihan selama bertahun-tahun. Latihan Fisiotherapy, occupacy-theraphy, dan stretching otot yang lemah dilakukannya. Minum suplemen dan pengobatan tradisional juga dilakukan sebagai penunjang. Namun kondisi sisa stroke Tommy tergolong agak berat, lantaran mayoritas motoriknya mengalami kerusakan.

Kini Tommy belum bisa mengangkat tangan kanannya melebihi bahu. Bahan jari-jari tangannya belum berfungsi. Kendati masih bisa berjalan, Tommy berjalan dengan sangat perlahan. Sedangkan saat berbicara terlalu cepat terdengar kurang jelas.

"Tapi stroke bukan segalanya. Stroke is not the end of the world," ucap Tommy mantap.

Baca juga: Pekerjaan Apa Sih yang Rentan Picu Stroke?

Bersama rekan-rekannya yang pernah terkena stroke di Karmel Stroke Centre, Tommy berlatih menyanyi dan main angklung. Menurutnya menggerakkan angklung membuat mereka melatih sensori. Sementara dengan menyanyi bisa melatih memori dan melatih lidah yang kaku.

"Kami juga melakukan kegiatan outdoor di Bandung, Bali, juga ke Universal Studio Singapura. Kami juga telah melakukan halal bihalal di Puncak," tutur Tommy.

Atas semangat juang Tommy dan teman-temannya menyanyi dan bermain musik, tak heran mereka sering mendapat panggilan untuk 'manggung'. Penampilan mereka yang terbaru di atas panggung adalah September 2014 lalu.

"Because life must go on. Dukungan dan kasih sayang bikin kami punya semangat hidup dan punya pola hidup lebih teratur," kata Tommy.(vit/up)




poker online indonesia

« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar

Posting Komentar