Writen by
Mama Anime
16.05.00
-
0
Comments
Ia melompat dari atas Jembatan Sodo yang ada di Dusun Bendo, tidak jauh dari dusun tempat tinggalnya. Jasad korban ditemukan warga sudah mengapung dalam posisi tengkurap pada pagi hari sekira pukul 07.00 WIB.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Srandakan Iptu Sunarwan mengatakan, kuat dugaan korban mengakhiri hidup karena tidak tahan didesak anak laki-lakinya agar membeli sepeda motor.
Pada malam hari sebelum Sarjimah bunuh diri, perempuan yang bekerja sebagai penjual sayur keliling itu sempat mendatangi Kepala Dusun Lopati, Sutiyem, untuk meminjam uang. “Korban katanya mengaku tertekan karena putra keduanya minta dibelikan sepeda motor,” terang Sunarwan.
Namun, ia pulang dengan tangan hampa, karena kepala dusun tidak punya uang. Sarjimah lalu disarankan meminjam uang ke seorang pengusaha bakpia di wilayah itu.
Sunarwan menambahkan, jenazah korban pertama kali ditemukan sejumlah warga yang sedang memancing di Sungai Progo. Mereka curiga melihat kain menyembul ke permukaan air. Setelah kain ditarik ternyata muncul jenazah korban.
Feri, salah satu tetangga korban, mengungkapkan bahwa Sarjimah sempat menangis dan mengucapkan kata-kata putus asa pada Senin malam. “Dia bilang mending saya mati saja,” ujarnya.
Perempuan malang itu diduga menuju Sungai Progo pada Selasa dini hari menggunakan sepeda onthel. Sarjimah diduga mengakhiri hidup saat itu juga. Sebab pada pukul 04.15 WIB, dikabarkan ada seorang warga melihat sepeda onthel di tengah jembatan tanpa pemiliknya.
Sepeda onthel itu kini menjadi barang bukti petugas kepolisian. Polisi berkesimpulan korban murni bunuh diri alias bukan dianiaya. Jenazah diserahkan ke keluarga korban untuk dimakamkan.




Tidak ada komentar
Posting Komentar