Writen by
Mama Anime
11.30.00
-
0
Comments
"Gangguan cemas tidak muncul begitu saja. Perlu waktu bertahun-tahun untuk berkembang sehingga penderita sering kali tidak menyadarinya," kata psikiater sari klinik, Psikosomatik Rumah Sakit OMNI Alam Sutera dr Andri, SpKJ, FAPM, ditemui di Jakarta, kemarin.
Gagguan cemas adalah salah satu bentuk gangguan yang mengarah pada gangguan jiwa. Ini tidak hanya ditandai dengan gejala psikologis, kerap kali seseorang yang terserang ini bisa merasakan keluhan di fisik. Contohnya seperti jantung berdebar, sesak napas, pusing, masalah pencernaan, dan lain sebagainya.
“Sebagai contoh di IGD banyak orang yang datang dengan keluhan di jantung. Setelah diperiksa jantungnya ternyata semua baik-baik saja. Padahal itu hanya gangguan cemas, sehingga akhirnya mereka dikirim ke psikiater,” tambahnya.
Data Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2013 menunjukkan, sekira 16 juta orang atau sekira enam persen penduduk Indonesia mengalami gangguan mental emosional seperti cemas, depresi, dan psikosomatik. Namun, angka tersebut dianggap belum terungkap seluruhnya karena rata-rata global mencapai dua kali lipat.
dr Andri pun mengimbau masyarakat untuk mengenali tanda-tanda gangguan mental dan menemui ahli jiwa (psikiater atau psikolog klinis) agar bisa segera diatasi akar keluhannya.
“Masyarakat di Indonesia masih memiliki stigma negatif dengan ahli jiwa, sementara bila masalah seperti gangguan kecemasan diabaikan itu bisa berdampak pada fisik dan akan membutuhkan pengobatan yang panjang,” pungkasnya.




Tidak ada komentar
Posting Komentar