Writen by
Mama Anime
11.17.00
-
0
Comments
Son menuturkan, hidupnya berusaha saat usianya 15 tahun. Saat itu, dia membaca buku yang menuturkan kisah hidup Ryoma.
Alhasil, terinspirasi kisah hidup sang samurai, Son nekat berhenti dari SMA setahun kemudian untuk pergi ke Amerika Serikat (AS). Demikian dilansir dari Bloomberg Rabu (18/11/2015).
Dia membaca buku kisah sang samurai tersebut berulang kali. Tepatnya saat Softbank berdiri, saat dia menghadapi penyakit yang cukup parah dan ketika dia membeli unit bisnis Vodafone di Jepang, dan membuatnya mengalami masalah utang miliaran dolar AS.
Son dan pahlawannya memiliki beberapa kesamaan. Keduanya merupakan orang yang sama-sama memulai dari awal dan memiliki ambisis besar dan akhirnya menjadi sosok yang berhasil.
Ryoma lahir di tengah keluarga samurai level bawah pada 1835. Dia memegang peranan kunci membawa Jepang mengakhiri masa isolasi yang berlangsung hingga 300 tahun lamanya, yakni saat era Shogun Tokugawa.
Dia turut mendirikan perusahaan dagang internasional pertama Jepang dan membuat Jepang menjadi kekauatan tersendiri di dunia. Dia tewas pada usia 33 tahun oleh assassins yang loyal kepada Shogun.
Satu abad kemudian, Son lahir dari keluarga imigran Korea. Dia menciptakan USD1 juta pertamanya dari multilingual electronic translator yang dia investasikan saat masih kuliah di University of California di Berkeley.
Saat itu, dia juga melakukan impor mesin game Spade Invander ke AS, yakni sebelum dia kembali ke Jepang mendirikan Softbank.
Son yang kini berusia 58 tahun telah mentransformasi Softbank dari distributor softwere PC menjadi perusahaan investasi terbesar Jepang. Perusahaan ini telah menanam investasi di Sp[rint Corp di AS dan Alibaba Grpup Holding Ltd di China serta startup di India.
Logo Softbank sendiri, dua garis horizontal berwarna silver meniru bendera Ryoma.




Tidak ada komentar
Posting Komentar