Writen by
Mama Anime
00.06.00
-
0
Comments
Suatu kali, dia memperingati para ibu untuk mematikan musiknya dan pergi dari taman dekat rumahnya itu, karena dirasa mengganggu akibat suara musik yang berisik. Namun mereka malah mengejek pemuda itu dan melanjutkan tariannya.
Diwartakan Shanghaiist, pemuda yang kemudian diketahui bernama Mo itu kesal bukan kepalang. Dia pun lari ke rumah dan mengambil senapan anginnya. Dia kembali ke tempat itu dan menembakkan tiga peluru ke arah alat pemutar musik.
Nahas, salah satu dari para penari amatiran itu menghampiri alat pemutar musik yang dikira rusak. Alhasil, kaki wanita paruh baya itu tertembak pada Kamis 3 Maret 2016.
Terkejut karena pelurunya mengenai salah satu penari, Mo lantas kabur. Nyawa korban sendiri berhasil diselamatkan, tetapi kasusnya tetap diperkarakan ke pihak berwajib.
Setelah enam hari dalam pelarian, Mo akhirnya tertangkap di tempat persembunyiannya di Provinsi Guandong.
Mo bukanlah orang pertama yang berusaha menghentikan kegiatan menari para ibu tersebut. Selama bertahun-tahun, polisi pernah dipanggil untuk membubarkan mereka, beberapa warga sekitar yang terganggu juga pernah mengerjai mereka.
Bahkan pemerintah mengeluarkan peraturan khusus untuk melarang kegiatan itu. Apa daya, semua usaha itu sia-sia dan mereka terus menari. Diiringi musik yang keras.




Tidak ada komentar
Posting Komentar