Writen by
Mama Anime
02.34.00
-
0
Comments
"Anak saya tewas sebagai korban keganasan tradisi," tulis Ghazi pada keterangan foto yang diunggahnya,
Pria 50 tahun ini mengatakan kematian anaknya membuatnya sangat terpukul.
"Rasa kehilangan dan kesakitan yang mendalam ketika saya tahu saya kehilangan anak saya di hari pernikahannya. Dia tewas di kolam yang penuh dengan darahnya sendiri, sebagai korban dari ketidak adilan dan tradisi," katanya.
Anaknya yang diketahui bernama Shilan tewas dalam pernikahannya. Tewasnya Shilan bukan karena dibunuh, melainkan karena bunuh diri.
Dia menembak kepalanya pada pesta pernikahan. Tragis memang, namun dia sangat tidak setuju jika harus menikah dengan sepupunya sendiri untuk menghormati tradisi.
Ayah Shilan sendiri mengaku, dua anak lelakinya, Numah H dan Hassan H yang mencoba memaksa pernikahan Shilan dan Sefin, sepupunya. Hal ini yang membuat perempuan 21 tahun tersebut bingung dan sedih.
Ghazi sendiri mengatakan, dirinya meninggalkan keluarganya di Jerman untuk bekerja pada sebuah proyek di Irak. Dan tanpa sepengetahuannya tersebut, adiknya yang mengatur pernikahan anak perempuannya di belakang dia.




Tidak ada komentar
Posting Komentar