Writen by
Mama Anime
01.00.00
-
0
Comments
“ISIS menggunakan alat kontrasepsi oral serta suntik dan terkadang memakai keduanya untuk mencegah para perempuan (Yazidi yang dijadikan budak seks) tidak hamil dan dapat dijadikan ‘piala bergilir’ bagi para militan,” ungkap seorang saksi, dilansir dari New York Times, Minggu (13/3/2016).
Saksi tersebut menambahkan, ada satu kasus di mana perempuan Yazidi bahkan dipaksa melakukan aborsi semata agar ia masih bisa dimanfaatkan jasanya sebagai budak seks.
Sejak berkuasa di Irak dan Suriah, kelompok teroris ini telah menindas kaum Yazidi karena dianggap penyembah setan dan iblis.
Tercatat pada akhir 2015, terdapat 5.000 perempuan dan pria Yazidi ditangkap oleh kelompok militan ini. Dari jumlah tersebut, 2.000 orang berhasil melarikan diri atau diselundupkan dari wilayah ISIS, ujar seorang aktivis, sebagaimana dikutip dari The Star, Minggu (13/3/2016).
New York Times mencatat bahwa hanya lima persen dari 700 orang warga Yazidi yang diperbolehkan hamil selama menjadi budak seks.
Menurut Kepala Kementrian Direktorat Kesehatan di Dohuk, Dr. Nezar Ismet Taib yang mengawasi klinik kandungan di Suriah mengatakan, jumlah tersebut jauh lebih rendah dari angka kelahiran yang diharapkan.
Terkait kejadian tersebut, PBB dan lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) internasional mengecam kelompok ISIS dengan menyebut tindakan mereka sebagai penculikan sistematis dan pemerkosaan terhadap ribuan perempuan dan anak-anak berumur 12 tahun.
Perlakuan ini sangat bertolak belakang dengan apa yang mereka lakukan dengan para pengantin mereka. Angka kelahiran para budak seks ditekan, sementara keturunan mereka sendiri diperbanyak demi menelurkan generasi teroris baru.




Tidak ada komentar
Posting Komentar