Latest News

Selasa, 05 April 2016

Bayar Tebusan Sandera Abu Sayyaf, Luhut: Itu Urusan Perusahaan


Situs Judi Poker -PT Patria Maritime Line perusahaan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja dan saat ini tengah disandera oleh kelompok teroris asal Filipina Abu Sayyaf, setuju membayar uang tebusan.

Perusahaan harus membayar sebesar 50 juta peso atau sekira Rp15 miliar untuk menebus 10 WNI yang disandera.

Mentri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan membenarkan hal tersebut. (Baca juga: Kondisi 10 WNI yang Disandera Abu Sayyaf Sehat)


"Iya kemaren saya sudah diberitahu kira-kira begitu," kata Luhut di Graha Pengayomana Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2016).

Menurut Luhut, pemerintah dalam hal ini terus melakukan monitoring dalam hal penyanderaan tersebut.


"Ya kita tunggu perkembangannya. Komunikasi langsung antara perusahaan dengan yang menyandera. Kita lihat perkembangannya dalam beberapa hari ini kita akan dapat lagi perkembangan terakhir," tandasnya.

Ketika disinggung apakah pemerintah menyetujui sikap yang ditemupuh perusahaan tempat WNI ini bekerja, Luhut mengatakan pemerintah sifatnya hanya memantau.

Itu urusan perusahaan. Pemerintah memantau dengan ketat karena kita melihat itu strategi yang terbaik. Semua itu kami monitor dengan cermat terhadap pekermbangan," katanya.


« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar

Posting Komentar