Latest News

Sabtu, 28 Mei 2016

Gajah Paling Kesepian di Dunia Meninggal


Situs Judi Poker - Seekor gajah betina asal Thailand bernama Hanako meninggal di usia 69 tahun. Gajah tersebut merupakan hadiah yang diberikan Pemerintah Thailand kepada Jepang pada 1949. Sejak itu, Hanako tinggal sendirian di Kebun Binatang Inokhashira dan disebut sebagai gajah paling kesepian di dunia.

Sebutan tersebut muncul setelah fotonya menyebar di kalangan pencinta hewan. Hanako memang tinggal di dalam sebuah kandang kecil di Inokashira. Para pencinta hewan yakin gajah malang itu tidak pernah melihat gajah lain sejak tiba di Negeri Sakura.


Sedikitnya 470 ribu orang menandatangani petisi online yang diinisiasi oleh Elephant Freedom Fighters. Dalam petisi tersebut, mereka meminta Hanako diperbolehkan meninggalkan “penjaranya” untuk bertemu gajah lain di habitat aslinya di Thailand.

Namun, pengelola kebun binatang menyatakan pemindahan itu tidak mungkin karena kondisi kesehatan Hanako sedang buruk. Organisasi lainnya, Friends of Asian Elephants mengusulkan agar Hanako setidaknya diperbolehkan bercengkerama dengan hewan lain di dalam kandang.


Malangnya, menurut Kyodo, petugas kebun binatang menemukan Hanako tergeletak di lantai kandang pada Kamis 26 Mei 2016 pagi waktu setempat. Sore harinya, tepatnya pada pukul 15.00, Hanako meninggal di hadapan pawangnya.


“Dia meninggal dengan tenang. Sangat disesalkan. Dia adalah gajah yang paling dicintai di Jepang. Saya berterima kasih kepada semua orang yang mencintainya,” ucap Kepala Kebun Binatang Inokashira, Kiyoshi Nagai, seperti dimuat Telegraph.

Hanako menjadi terkenal karena menjadi tokoh dalam sejumlah buku anak-anak dan sebuah serial televisi Jepang. Kandang Hanako adalah salah satu tujuan favorit pengunjung kebun binatang.


Kedutaan Besar (Kedubes) Thailand di Jepang yang mengetahui kabar tersebut merasakan duka mendalam atas kematian Hanako. “Kabar yang menyedihkan bagi warga Thailand dan Jepang. Dia dianggap sebagai perwujudan good will Thailand kepada Jepang,” tulis kedubes Thailand dalam pernyataannya.
« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar

Posting Komentar