Latest News

Rabu, 15 Juni 2016

Beruang haus darah mangsa empat orang di utara Jepang


Poker Online Terpercaya - Seeekor beruang dilaporkan telah memangsa empat orang di utara Jepang dalam waktu yang berbeda-beda. Insiden mematikan melibatkan beruang meningkat tahun ini, memicu aparat setempat mengimbau masyarakat agar menghindari hutan gunung berbahaya.

Guardian melaporkan, kasus beruang memangsa manusia ini terjadi di Prefektur Akita. Polisi menemukan jasad Tsuwa Suzuki di pegunungan setempat dalam kondisi sulit dikenali. Wanita 74 tahun ini diserang oleh beruang lebih dari sepekan lalu ketika sedang mencari dedaunan jamu sendirian.


Suzuki adalah korban tewas keempat akibat serangan beruang di kawasan yang sama. Korban meninggal sebelumnya adalah dua lelaki berusia 70-an tahun serta satu pria 60 tahun. Mereka semua mengalami luka parah karena diserang beruang ketika berjalan di hutan sendirian.


Takeshi Komatsu, dokter hewan setempat, menduga beruang yang menyerang empat orang itu menjadi korban keganasan seekor beruang yang sama. "Setelah sekali merasakan daging manusia, hewan itu menyadari bisa menjadikannya makanan," kata Komatsu.


Jumlah kematian akibat beruang ini meningkat dramatis. Sepanjang 1979-2015 padahal hanya terjadi delapan kali serangan beruang ke manusia di Jepang. Namun setahun terakhir separuhnya mendadak terjadi di Akita.

Selain itu, sembilan bulan terakhir lebih dari 1.200 pendaki dan warga setempat melapor melihat beruang liar turun gunung. Serangan terhadap manusia, walau tak sampai meninggal, terjadi di prefektur lain utara Jepang.

Pemerintah Akita kini memasang perangkap beruang di lereng gunung lokasi terbunuhnya para lansia itu. Warga diminta untuk sementara ini menjauhi hutan atau membawa benda yang bisa menimbulkan bunyi saat merambah hutan, agar menghindari amukan beruang.

Kawasan utara Jepang merupakan habitat beruang Asiatik berbulu coklat. Kazuhiko Maita, Direktur Penangkaran Beruang Asiatik, menduga ekosistem beruang di pegunungan sedang terganggu. Beruang betina, yang sedang melindungi anak-anaknya, cenderung lebih agresif pada manusia.

Alasan banyak beruang tiba-tiba turun gunung tahun ini diduga terkait langkanya sumber makanan atau manusia mulai merambah terlalu jauh ke hutan, mengganggu proses beruang mempersiapkan hibernasi

"Selama musim panas sampai musim gugur ini warga rentan diserang oleh beruang dewasa," kata Maita.
« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar

Posting Komentar