Writen by
Mama Anime
23.33.00
-
0
Comments

Duterte mencontohkan keadaan di Irak, Suriah, dan Libya untuk menguatkan argumennya itu. Pria yang dikenal ceplas-ceplos itu menyanggah pendapat bahwa Timteng adalah akar dari terorisme. “Bukan Timur Tengah yang mengekspor teroris ke Amerika. Tetapi, Amerika yang mengimpor teroris (ke Timur Tengah),” ujar Duterte, seperti dimuat Russia Today.
Mantan Wali Kota Davao itu juga menyalahkan AS dan Inggris yang menyebut mendiang Saddam Hussein sebagai diktator untuk alasan invasi Irak pada 2003. Duterte menyatakan kedua negara bersekutu itu terlalu memaksakan kehendak dan tidak mau mengakui kesalahan mereka di Irak.
“Setelah investigasi hampir selama 10 tahun, tidak ada dasar hukum yang sah untuk deklarasi perang di Irak. Anda lihat, itu adalah perang yang tidak berguna. Lihat Irak sekarang, begitu juga Libya dan Suriah. Anak-anak bahkan turut menjadi korban,” sambung pria yang akrab disapa Rody itu.
Filipina sendiri tidak jauh dari konflik agama serta terorisme seperti halnya di Timteng. Negeri Lumbung Padi dilanda perlawanan dari kelompok minoritas Islam untuk memisahkan diri sejak penghujung dekade 1960.
Duterte sendiri mengungkapkan keinginannya untuk melakukan negosiasi damai dengan Front Nasional Pembebasan Moro dan kelompok sempalan mereka, Front Pembebasan Moro, untuk mencapai detail kesepakatan otonomi daerah yang disetujui pada 2014.
“Mari membangun negeri yang didirikan di atas perdamaian dan kesepahaman. Tentu tidak akan terjadi dalam satu malam. Mungkin juga tidak akan selesai dalam satu hingga tahun mendatang. Tetapi, saya pastikan perubahan terjadi sebelum masa jabatan saya berakhir,” janjinya.
Poker Online Terpercaya - Poker 99 - 99 Domino - 99 Domino Poker - Situs Judi Poker



Tidak ada komentar
Posting Komentar