Writen by
Mama Anime
14.14.00
-
0
Comments
Situs Judi Poker -Sedikitnya 30 orang yang diduga sebagai pengedar narkoba kehilangan nyawanya sejak presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte diambil sumpahnya dan secara resmi menjabat pada 30 Juni 2016 lalu. Polisi Filipina mengatakan pihaknya berhasil menyita narkoba senilai hampir USD20 juta, namun keadaan ini menimbulkan kemarahan dari para kelompok pengacara.
Duterte yang memenangkan pemilihan umum (pemilu) Filipina pada Mei lalu telah mengumumkan perang melawan narkoba dan kriminalitas di negara bekas jajahan Spanyol tersebut dengan metodenya yang brutal. Mantan Wali Kota Davao itu bahkan mengizinkan dan mendesak warganya dan para penegak hukum agar berani membunuh para pengedar narkoba dan pelaku kriminalitas.
Dilaporkan Reuters, Selasa, (5/7/2016), lima orang pengedar narkoba tewas setelah terlibat dalam baku tembak dengan polisi di daerah kumuh dekat Istana Kepresidenan di Manila. Di daerah lain di Manila tiga orang tewas dan pada Minggu, 3 Juli, sebanyak 22 orang terbunuh di empat daerah lainnya di luar ibu kota.
Sejak kemenangan Duterte pada pemilu 9 Mei lalu sedikitnya 100 orang, sebagian besar diduga sebagai pengedar narkoba, pencuri, dan pemerkosa telah terbunuh dalam operasi anti kejahatan yang dilakukan polisi.
Keadaan ini menimbulkan keresahan dari serikat pengacara di Filipina yang mendesak dihentikannya pembunuhan oleh polisi tersebut.
“Pembunuhan narkotika ini harus dihentikan... rangkaian eksekusi orang-orang yang diduga sebagai pengguna narkoba atau bandar narkoba kecil-kecilan terjadi mendadak, terlalu dibuat-buat dan dapat diprediksi juga harus dihentikan,” kata sekretaris jenderal Serikat Nasional Pengacara Rakyat, Edre Olalia dalam pernyataannya.
Meski mendapat tentangan, perang Duterte terhadap narkoba mendapat dukungan dari kelompok pemberontak New People Army yang mengumumkan akan melakukan operasi narkoba sendiri terhadap para tentara, polisi dan pejabat setempat.




Tidak ada komentar
Posting Komentar