Writen by
Mama Anime
15.13.00
-
0
Comments
Situs Judi Poker -Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyesalkan mengapa kelompok bersenjata hanya menyadera para ABK yang memiliki paspor asal Indonesia di kapal nelayan berbendera Malaysia tersebut.
"Suasana yang sangat saya sesalkan adalah mereka memilih, di dalam kapal nelayan itu ada tujuh. Dicek semuanya yang punya paspor Indonesia, ini yang diculik," jelas Gatot di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (11/7/2016).
Gatot mengatakan TNI akan melakukan upaya apapun untuk membebaskan WNI yang diduga disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. "Sampai masuk ke sana pun akan saya lakukan apabila sudah ada izin. Karena ini sudah sangat keterlaluan," tegas Gatot.
Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih menunggu izin dari pemerintah Filipina untuk ke masuk ke perairan guna melakukan operasi pembebasan.
Selain itu, TNI juga menawarkan opsi pengawalan kepada kapal-kapal yang membawa produk komoditas baik dari RI maupun dari Filipina guna mencegah penyanderaan kembali terjadi.
"Atau kita patroli bersama. Yang penting TNI bisa naik di kapal untuk masuk ke sana, untuk mengawal. Kita sudah menawarkan semuanya, tapi kan keputusannya di Filipina," jelas Gatot.
Gatot mengatakan, pihaknya sedang melakukan operasi intelijen untuk memantau keadaan WNI yang disandera di Filipina selatan. "Saya lakukan operasi intelijen, tujuannya untuk mempersiapkan segala kemungkinan. Begitu kita diizinkan Filipina, kita masuk. Apapun kita lakukan dan siap," terang Gatot.
Sebelumnya pada Minggu 10 Juli telah terjadi penculikan kepada tiga dari tujuh anak buah kapal ikan asal Malaysia di perairan Lahad Datu Negeri Sabah, Malaysia. Menurut keterangan majikan kapal, Chia Tong Len, para penculik memilih target warga yang akan disandera.
Tiga nama WNI yang diculik yaitu Lorence Koten (34) selaku juragan kapal, Teodorus Kopong (42) dan Emanuel (40).




Tidak ada komentar
Posting Komentar