Writen by
Mama Anime
15.40.00
-
0
Comments
Situs Judi Poker -Kasus begal belakangan ini semakin marak terjadi di wilayah Sumatera Utara, khususnya Kota Medan. Korban yang terkena begal bukan hanya luka-luka dan kehilangan harta benda saja, tetapi sudah ada yang kehilangan nyawa.
Seperti contohnya, kasus begal yang terjadi dalam waktu dekat ini di daerah Pancur Batu dan juga terjadi di Jalan MT Haryono Medan yang mengakibatkan korbannya kehilangan sepeda motor dan tewas bersimbah darah di lokasi kejadian.
Kasus begal itu menjadi perhatian serius dari Anggota DPRD Medan fraksi Demokrat Drs Herri Zulkarnaen Msi. Ia mengaku sedih dan prihatin atas kejadian begal yang semakin marak di Kota Medan, hingga mengakibatkan korbannya tewas, seperti yang dialami Monang, Warga Jalan Ternak, Kecamatan Medan Polonia, beberapa hari lalu.
“Saya turut prihatin atas kejadian yang menimpah Monang. Semoga pelaku begal ini dapat segera ketangkap,” kata Herri saat melayat korban Monang, di Rumah Duka Angsapura Medan, Rabu (20/7/2016).
Menanggapi pernyataan Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto pada rapat di DPRD Medan terkait minimnya anggaran untuk kepolisian, Herri tegaskan akan mendukung untuk menambahi anggaran kepolisian agar polisi kota Medan bisa bekerja secara maksimal.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendukung penambahan anggaran untuk kepolisian Kota Medan, agar polisi bisa bekerja secara maksimal. DPRD akan fokus mendukung hal ini,” ujarnya.
Herri mengungkapkan, dirinya pernah mempertanyakan kepada Kapolresta Medan, apabila ditambah anggaran apa bisa menjamin kriminal berkurang, namun tidak ada jawaban. Ia juga tidak menampik kenyataan bahwa anggaran kepolisian Kota Medan sangat minim.
“Memang saya akui dana anggaran polisi untuk Kota Medan sangat minim. Hanya bisa dipakai 4 bulan saja, selebihnya minus. Saya pernah mempertanyakan dengan ditambahnya anggaran, apakah bisa menjamin kriminalitas berkurang, Kapolres tidak menjawab. Jangan nanti sudah ditambah anggaran, tapi kedepannya kriminalitas tidak berkurang, kan sia-sia saja,” ungkapnya.
Presiden Lions Club Medan Bhineka ini juga meminta nomor pengaduan yang disosialisasikan polisi harus selalu diaktifkan, jangan cuma formalitas.
“Aktifkan Nomor pengaduan, jangan cuma formalitas. Sesuai arahan Kapolri yang baru, polisi akan mengunakan smart phone dan kecanggihan tehnologi. Namun disamping itu, yang terpenting kwalitas SDM nya. Harus ditingkatkan profesionalisme dan pelayanannya,” pungkasnya.(snd)




Tidak ada komentar
Posting Komentar