Writen by
Mama Anime
14.49.00
-
0
Comments
Situs Judi Poker -Jurnal Konstitusi Atlanta di Amerika Serikat menguak sebuah penelitian yang menggemparkan dunia medis. Sedikitnya 2.400 dokter dari 50 negara bagian diperkirakan telah terlibat skandal pelecehan seksual dan dilaporkan oleh para pasiennya.
Penyelidikan yang dilakukan setahun lamanya itu, dimulai dari seorang dokter bermasalah di Georgia. Dari situ, tim peneliti menelusuri rekam jejak dokter-dokter lainnya yang dianggap bermasalah, dan malah menemukan gugatan-gugatan pelecehan seksual terhadap pasien perempuan oleh dokter lelaki.
“Satu penemuan yang mengejutkan kami adalah beberapa dokter ini adalah pelaku kejahatan seksual paling produktif di negeri ini, yang korbannya mencapai ratusan orang dan bahkan ada yang ribuan,” papar wartawan investigasi Jurnal Konstitusi Atlanta, Carrie Teegardin, seperti dikutip dari ABC News, Kamis (7/7/2016).
Selengkapnya dalam jurnal investigasi tersebut, disebutkan nama-nama dokter yang pernah dilaporkan pasiennya atas tuduhan pelecehan seksual. Salah satunya, dokter Davide Newman dari suatu rumah sakit di New York City. Ia dituduh telah menyalahgunakan profesinya sebagai dokter di ruang gawat darurat dengan melecehkan empat pasien perempuannya. Seorang di antara pasien itu diduga dibius terlebih dahulu sebelum dilecehkan.
Gugatan lain diajukan kepada Dokter John McGuire. Dia dipenjara dan didenda USD3 juta karena menyerang pasiennya yang baru pulih dari obat bius di sebuah kamar pribadi. Diduga, dia telah meraba-raba payudara pasiennya dengan dalil mencari tanda-tanda pembengkakan.
Tuduhan lain menyebut, dokter yang sama pernah memasukkan tangannya ke dalam alat vital pasiennya yang lain, tanpa menggunakan sarung tangan. Setidaknya ada tiga kasus pemerkosaan dijatuhkan padanya.
Pelecehan seksual termasif dilakukan oleh Dokter David Mata dari Oregon. Korbannya mencapai 140 orang. Namun yang diakuinya hanya enam kasus. Dan anehnya, dia tidak pernah diadili, hanya dijadikan tahanan rumah.
Disayangkan pada kasus-kasus tersebut sejauh ini, terkesan ada upaya menutup-nutupi baik dari pihak rumah sakit tempat para dokter predator itu bekerja. Biasanya mereka diberi sanksi oleh dewan pendisiplin, antara lain dengan dicabut izin praktiknya. Namun begitu, setelahnya mereka boleh mengajukan izin pelatihan lagi agar hak praktiknya kembali.
“Jadi di sini, kami menemukan suatu budaya kerahasiaan, yang tidak kita lihat di arena lain ketika sedang membicarakan tuduhan yang serius. (Ibarat kata,) di bawah karpet ini masih banyak debu yang perlu disapu,” ujarnya.
Beberapa kasus yang melibatkan dokter ternama telah dijatuhi penuntutan pidana. Akan tetapi, banyak dari mereka yang belum terjamah hukum. Beberapa dokter yang sudah terbukti bersalah, bahkan menolak meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Hanya mengatakan turut perihatin atas insiden yang menimpa penggugatnya.




Tidak ada komentar
Posting Komentar