Writen by
Mama Anime
01.15.00
-
0
Comments
Runtuhnya kepercayaan wali siswa pada sistem penerimaan peserta didik baru membuat mereka tidak yakin pada kemampuan anak.
Ibu yang sering disapa Si ini tidak habis pikir dengan teman anaknya yang lulus SMP pada tahun ajaran baru ini.
Teman anaknya itu, yang satu sekolah ketika di tingkat dasar, diketahui belum lancar membaca tapi dia lulus seleksi di SMP tersebut.
Sementara anaknya, yang sejak kelas III SD selalu masuk sepuluh besar dan nilai rata-rata 8,8, ternyata tidak lulus.
Padahal Si yakin dengan kemampuan anak pertamanya itu.
Si curiga ada permainan sogok menyogok dalam seleksi penerimaan siswa baru di sekolah tersebut. terlebih sebelumnya dia sudah merasa aneh ketika pihak sekolah memberi nomor urut untuk ujian seleksi, selalu diundur-undur.
Empat kali pihak sekolah mengulur-ulur pembagian nomor.
"Curiga sekali saya. Apalagi ketika ngobrol-ngobrol dengan wali siswa lain katanya nyetor Rp 3-Rp 4 jutaan. Tambah kuat dugaan saya di sana main sogok menyogok," kata Si yang tinggal di sekitaran Sekip, Palembang, Selasa (12/7).
Ternyata praktik suap untuk masuk ke sekolah negeri di Palembang benar adanya.
Harganya pun bervariasi.
Dari jutaan hingga puluhan juta rupiah. Bagaimana cara oknum guru melakukan prakti jual beli kursi ini.
Poker Online Terpercaya - Poker 99 - 99 Domino - 99 Domino Poker - Situs Judi Poker




Tidak ada komentar
Posting Komentar