Writen by
Mama Anime
18.30.00
-
0
Comments

Bentrokan warga Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia dengan TNI Angkatan Udara akhirnya pecah. Sejumlah warga yang sempat terlibat dorong-dorongan diseret dan dinjak anggota TNI AU.
Demo dipicu pengukuran dan pemasangan patok yang dilakukan TNI AU di lahan yang telah dimenangkan warga di Mahkamah Agung (MA). Dalam aksi itu, warga kembali memblokir Jalan SMA 2, Polonia, dengan membakar ban, batang kayu dan sampah.
Bentrokan pun tidak dapat terhindarkan, bermula saat TNI AU memadamkan ban bekas yang tengah dibakar warga. Tak terima, warga melakukan perlawanan.
"Kenapa kalian padamkan? Siapa kalian rupanya?" teriak warga sembari melempari sisa bungkus air mineral, Senin (15/8/2016) siang. "Habis itu terjadi lempar-lemparan. Tentara mengejar warga," kata Ida, warga Jalan Pipa II, yang mengaku melihat langsung kejadian itu.
Sejumlah sepeda motor ditinggal warga yang melarikan diri. Satu di antara kendaraan itu dilaporkan terbakar. "Kemudian mereka mensweeping rumah-rumah warga. Kereta (sepeda motor) yang tinggal mereka bawa," sambung Ida.
Personel TNI terus merangsek masuk ke Jalan Pipa I dan Pipa II. Di Jalan Pipa II, seorang anak dipukul pada bagian belakang kepala. "Kami lewat karena adikku mau pangkas," jelas kakak si bocah.
Tak berhenti di sana, aparat TNI terus merangsek hingga ke Jalan Antariksa. Di sana seorang warga bernama Iqbal dipukuli. "Dia dipukuli kemudian diseret sama warga. Setelah ibu-ibu keluar baru dilepaskan," kata Erna, seorang warga.
Ikbal mengalami luka robek di sekitar mata. Dia juga tak sadarkan diri. Warga kemudian mengevakuasinya menggunakan becak bermotor ke RSU Mitra Sejati.
Sejumlah wartawan juga menjadi korban keberingasan aparat TNI AU. Ada dua wartawan dari terpaksa dilarikan ke RS Mitra Sejati. Yaitu Andri Syafrin Purba, wartawan TV nasional dan Array A Argus dari media online.
Andri Syafrin mengalami luka di pelipis, mata, dan tangan kanan akibat dipukuli. "Peralatannya juga dirampas, seperti kamera, ID card, dan HP," jelas Fauzi, adik dari Andry Syafrin.
Sementara Array dikabarkan mengalami luka lecet di lengan kiri. Rusuknya juga diinjak anggota TNI AU. "Aku sedang wawancara dengan ibu-ibu. Sedang wawancara aku ditarik, diseret dan diinjak," ucap Array.
Saat ini, Andri Syafrin dan Array masih menjalani perawatan di RS Mitra Sejati. Sejumlah warga yang terluka juga masih dirawat di sana.
Seperti diketahui, bentrokan tersebut mengakibatkan sejumlah warga luka-luka. Termasuk dua jurnalis Tribun Medan dan MNC TV menjadi korban penganiayaan oleh oknum TNI AU.
Info ini dipersembahkan oleh : Agen Poker 99



Tidak ada komentar
Posting Komentar