Writen by
Mama Anime
02.15.00
-
0
Comments
Situs Judi Poker -Guru Besar Psikologi Kampus Indonesia (UI) Hamdi Muluk mengungkap radikalisme tak persis dengan terorisme. Sebab, terorisme miliki sifat ancaman, kekerasan untuk capai maksud politik, religius, ada pemaksaan serta intimidasi. Sesaat radikalisme datang dari kata akar.
" Seorang yang memikirkan hingga ke akar-akarnya itu radikal. Gerakan revolusioner, hingga bongkar ke akar-akarnya hingga rezim itu juga radikal, " tuturnya di Universitas UI Depok.
Menururnya terorisme yaitu gerakan yang merongrong negara. Dalam gerakan terorisme, kekerasan yaitu alat untuk capai maksud.
" Ada gerakan rongrong negara. Terorisme gerakan rongrong keabsahan negara. Mereka menyulut juga, disebut radikal geram, website diblokir geram, " tegas Hamdi.
Untuk grup radikal hingga pada tindakan terorisme, melalui jalan yang panjang. Butuh konteks sosial, group atau grup kecil, serta sistem individu.
" Beberapa orang yang sering lakukan terorisme tentu isi kepalanya radikal. Bagaimanakah sistem orang jadi radikal, seandainya telah radikal ketemu grup yang cocok, konteks sosial cocok, individu cocok bisa saja lakukan tindakan teror, " katanya.
Penangkalnya, lanjut Hamdi, yaitu dengan deradikalisasi membuang apa yang ada pada pola fikir mereka menyetop terorisme. Langkahnya bisa dengan keras serta lembut. Namun deradikalisasi sekarang ini masihlah dinilai tidak berhasil.
" Cukup sistem soft di ajak bertani agar lupa, atau hard diisolasi di sel. Ada orang yang terasa ideologi agamanya terancam, tidak bisa saja muslim yang baik, khusus terancam. Serta beberapa orang yang menjadikan jihad sebagai juicetifikasi kerjakan kekerasan, itu yang antarkan mereka kerjakan kekerasan. Yakin pada kekerasan jihad, " tutupnya.




Tidak ada komentar
Posting Komentar