Latest News

Senin, 01 Februari 2016

Muncikari di Bali ditangkap, anak buahnya para wanita model ibu kota


Situs Judi Poker - Perburuan polisi terhadap Yohanes Berchman alias Jo (46), seorang muncikari yang menawarkan wanita muda dari berbagai kota membuahkan hasil. Jo ditangkap Polresta Denpasar, Bali, di Hotel Cozy saat sedang menunggu anak buahnya melayani kencan tamu.

"Modusnya pelaku menawarkan wanita kepada para lelaki hidung belang via BlackBerry Messenger (BBM)," Ungkap Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Nainggolan di Denpasar, Bali, Senin (1/2).

Jo sudah menjadi muncikari selama setahun di Bali. Selama menggeluti bisnis prostitusi ini, tersangka yang tinggal di Perumahan Dalung Permai Blok U No 6 indekos nomor 21 Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, terbilang cukup jeli. Dia sempat lolos dari pantauan pelacakan tim cyber crime Polda Bali.


"Dia menjual wanita dengan cara online. Lewat BBM, pelaku menawarkan kepada para kliennya," ungkapnya.

Pelaku menawarkan perempuan dari beberapa kota besar di Indonesia, seperti dari Semarang, Jakarta dan Bandung. Bahkan dari pengembangan kasusnya, para wanita yang dijualnya ini merupakan para model ibu kota di daerah tempat wanita itu tinggal.


"Ceweknya ganti-ganti terus. Paling lama tiga hari saja mereka di Bali. Setelah itu didatangkan kembali wanita baru," Beber Reinhard.

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan seorang wanita penghibur berinisial V. Kepada petugas, V yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah ini mengaku bahwa pada saat penangkapan dirinya sudah melayani enam orang lelaki hidung belang.


"Sekali booking, tersangka menentukan tarif sebesar Rp 800 ribu. Bahkan, waktu dan lokasi hotel pun sudah disiapkan uangnya oleh tersangka," imbuhnya.

Hingga saat ini muncikari dan wanita yang dijajakannya masih diamankan di Polresta Denpasar untuk pengembangan.

"Barang bukti yang diamankan berupa satu buah handphone Samsung warna putih dan uang tunai Rp 900 ribu. Kita masih kembangkan kasusnya, ada dugaan pelaku tidak sendiri," ungkap Reinhard.
« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar

Posting Komentar