Latest News

Sabtu, 07 Mei 2016

Bius Korban Hingga Pingsan, Pelaku Titipkan Uang untuk Berobat


Situs Judi Poker -Sial nasib Ifanuddin (30), warga asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat itu diantarkan penarik becak motor dengan kondisi tak sadarkan diri hingga ke kosannya di Jalan Letda Sujono Gang Adil, Kelurahan Bandar selamat, Kecamatan Medan Tembung, Sumatera Utara.

Pria yang bekerja sebagai buruh pemasangan jaringan telekomunikasi di Medan ini dibius dan disuntik menggunakan jarum oleh para pelaku yang yang berjumlah enam orang. Akibatnya, korban kehilangan uang tunai sebesar Rp16 juta, kalung emas, jam tangan dan sebuah handphone.


Ditemui di kosannya yang juga sebagai tempat bimbingan manasik haji KBIH Al Adliyah, Ifanuddin bercerita, dirinya saat itu hendak menuju pusat perbelanjaan Medan Fair di Jalan Gatot Subroto, Medan pada Kamis, 5 Mei 2016 lalu.

Sebelum berbelanja, korban terlebih dahulu singgah ke swalayan Maju Bersama untuk menarik uang di mesin ATM di Jalan Letda Sujono, Medan Tembung. Usai menarik uang. Setelahnya korban naik sebuah angkot dan diajak ngobrol oleh para penumpang, yang salah satu di antaranya wanita.


Pelaku mengajak korban ngobrol sehingga tanpa sadar, korban tak sadarkan diri setelah bagian belakang lehernya disuntik menggunakan jarum oleh seorang pelaku.

"Setelah dihipnotis, aku diturunkan dari Angkot dan dimasukkan ke dalam mobil lain di dekat jembatan tol Belmera Bandar selamat. Mereka memaksaku agar menyebutkan nomor pin kartu ATM-ku," tutur Ifan saat ditemui wartawan.

Lantaran dirinya tak mau menyebutkan nomor pin ATM-nya, seorang pelaku pria mengancam akan membunuh korban dengan cara ditembak. Di bawah ancaman, korban dipaksa mengambil uang dari mesin ATM di dekat SPBU Jalan Cemara, Simpang tol H Anif, Desa Sampali. Selanjutnya korban dibawa ke Medan Fair.


Sesampainya di sana, korban terus didampingi oleh para pelaku. Sembari berjalan memasuki Medan Fair, para pelaku menusuk bagian belakang leher dan bagian perut. Di sana, korban juga dipaksa untuk menarik uang tunai dari mesin ATM hingga total mencapai Rp16 juta.

"Dua kali saya dipaksa narik uang dari ATM berbeda. Total uangnya Rp16 juta. Mereka terus mendampingi saya. Leher dan perut saya sakit ditusuk jarum sama mereka," kata Ifan.

Setelahnya, para pelaku kembali menggiring korban naik ke dalam mobil dan mempretli harta benda korban yang masih melekat di badan. Di dalam mobil, korban sempat berusaha melawan, namun dengan kondisi tak berdaya, pelaku malah menganiaya korban.

"Di dalam mobil, saya dianiaya karena mencoba mempertahankan kalung emas, jam tangan serta handphone ku yang ingin diambil pelaku," tutur Ifan.

Puas menguras harta korban, pelaku pun mengantarkan Ifan yang sudah tak sadarkan diri ke Ruma Sakit Bunda Thamrin dan dimasukkan ke ruang unit gawat darurat, pada Jumat 6 Mei kemarin.

Sedangkan para pelaku selanjutnya meninggalkan korban dan sempat menitipkan uang Rp 300 ribu kepada petugas security rumah sakit sebagai ongkos pulang korban.

"Saya sadar setelah di rumah sakit. Sekitar jam 06.00 WIB subuh saya diantar dengan becak bermotor menuju rumah kost," jelas Ifan.

Mengetahui adanya korban dengan modus hipnotis, petugas Polsek Percut Sei Tuan, pun mendatangi rumah korban guna mendapatkan keterangan.

« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar

Posting Komentar